MAKASSAR – Keberadaan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) terus menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Apalagi di sepanjang bulan Ramadan kali ini.
Penertiban tak henti-hentinya digalakkan untuk menjangkau para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang telah terjangkau. Bahkan telah dibina.
Populasinya diperkirakan bakal meningkat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri di tahun 2026 ini.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca bilang, penertiban PMKS sudah menjadi rutinitas bidangnya.
Namun di bulan Ramadan ini, cakupannya meluas. Juga melibatkan Dinsos Pemprov Sulsel.
“Hal ini sudah terkoordinasi dengan ibu Wagub. Sudah ada perintah dari Pak Sekda (Makassar) untuk penertiban hingga tingkat kecamatan melibatkan tim dari kecamatan,” tegas Zuhur, Rabu 25 Februari 2026.
“(Penertiban) mulai jalan tiap saat oleh TRC (tim reaksi cepat),” sambung mantan Kabag Protokol Sekretariat Kota Makassar tersebut.
Menurut Zuhur, fenomena ini memang musiman menjelang Lebaran. Ada juga yang berkedok pemulung dan peminta sumbangan.
Ironinya, para PMKS itu juga ada yang berasal dari sejumlah kota kabupaten di Sulsel. Mereka menyerbu Makassar. Olehnya itu, penertiban juga melibatkan tim dari Pemprov Sulsel.
“Ini memang musiman, tiap tahun menjelang lebaran. Ada lima titik konsentrasi, seperti di Masjid Raya, Hertasning dan Veteran,” jelas Zuhur.
“Jadi, kalau ada yang terjangkau asal kota kabupaten tetangga, mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya. Inilah peran sinergitas bersama Pemprov Sulsel. Kalau asalnya dari Makassar kita tampung di Rumah Perlindungan Trauma dan Centre (RPTC) untuk dibina,” lanjutnya. (*/bs)













