DAERAH  

DPM PTSP Makassar Dukung Realisasi Desain Perencanaan SJUT Bawah Tanah

MAKASSAR – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Makassar, Muh Mario Said menghadiri rapat koordinasi terkait realisasi desain perencanaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) bawah tanah.

Rapat itu berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis 25 September 2025. Dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Menurut Mario Said, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan infrastruktur kota yang modern dan berkelanjutan.

“Proyek ini tidak hanya sekadar penataan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan tata kota yang modern, tertata, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dengan begitu, DPM PTSP Makassar berkomitmen untuk mendukung realisasi proyek ini tanpa hambatan.

“DPMPTSP Kota Makassar siap mendukung penuh realisasi proyek ini demi terciptanya wajah kota yang lebih baik dan menjamin kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” sebut Mario Said.

Dia pun berharap, sinergi antara pemerintah kota dan PT Tiga Permata Bersinar dapat mempercepat implementasi proyek SJUT Makassar.

Hal itu sejalan dengan visi Wali Kota untuk menjadikan Makassar sebagai kota metropolitan yang ramah lingkungan, aman, dan berdaya saing tinggi.

Dengan penataan jaringan utilitas yang lebih rapi, aman, dan efisien, Makassar optimis dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia dalam hal manajemen infrastruktur bawah tanah.

Langkah ambisius ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif Pemerintah Kota Makassar, untuk menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, modern, dan menjamin kenyamanan bagi warganya.

SJUT: Solusi Jaringan Utilitas Terpadu untuk Kota yang Lebih Rapi

Pengelolaan jaringan utilitas, seperti kabel listrik, fiber optik, dan telekomunikasi, seringkali menjadi tantangan besar di kota-kota besar.

“Kabel-kabel yang menjuntai atau tiang-tiang yang berjejer kerap mengurangi estetika, menimbulkan risiko keselamatan, dan mengganggu efisiensi penataan ruang kota,” tutur Mario.

Proyek Ducting SJUT Bawah Tanah Makassar hadir sebagai solusi permanen. Dengan memindahkan seluruh jaringan utilitas ke dalam saluran (ducting) terpadu di bawah tanah, Kota Makassar bertekad mencapai beberapa sasaran utama:

Estetika dan Kerapian: Menghilangkan kesemrawutan kabel di udara, menjadikan ruang publik lebih bersih dan indah.

Keamanan: Mengurangi potensi bahaya korsleting, gangguan, atau kecelakaan akibat jaringan utilitas yang terbuka.

Efisiensi dan Keberlanjutan: Memudahkan pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan jaringan di masa depan secara lebih terencana dan terpadu. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *