MAKASSAR – Upaya pemerintah melakukan penataan kota terbilang tidak berjalan mulus. Kebijakan ini ternyata menuai kontroversi. Tidak sedikit yang menanggap upaya tersebut tebang pilih.
Seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Rappocini. Masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) dijumpai beraktivitas di area fasilitas umum (fasum ) atau fasilitas sosial (fasos).
Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha lantas membantah tudingan tebang pilih tersebut. Dia tegas bilang, penertiban PKL bakal berlanjut usai bulan Suci Ramadan.
Jajaran pemerintah Kecamatan Rappocini saat ini tengah melakukan pendataan disertai tindakan teguran bagi PKL.
“Sementara dilakukan peneguran dan pendataan oleh lurah. InsyaAllah setelah Ramadan dijadwalkan kembali penertiban/penataan PKL,” ucap Yudistira via pesan singkat Whatsapp, Rabu 25 Februari 2026.
Sebelumnya, penertiban PKL berlangsung di sepanjang jalan Sultan Alauddin. Meski menuai sorotan, penertiban tetap berjalan kondusif. Sebanyak 24 lapak pedagang berhasil dibongkar.
Di wilayah Kecamatan Rappocini memang terdapat beberapa ruas jalan yang tampak dijadikan pasar tumpah oleh pedagang. Misalnya di Jalan Tamalate 1, Jalan Karunrung, Jalan Tallasalapang dan di perbatasan Jalan Syekh Yusuf (Makassar-Gowa). Juga di salah satu lorong di Jalan Bonto Daeng Ngirate.
Pemerintah Kecamatan Rappocini pun masih memikirkan solusi bagi para pedagang. Setidaknya ada tempat relokasi yang disiapkan. (*/bs)













