MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar telah melakukan pemetaan rawan bencana terhadap dampak kekeringan panjang yang diprediksi bakal terjadi di pertengahan tahun 2026 ini.
BMKG memprediksi fenomena El Nino akan melanda Indonesia dengan potensi intensitas lemah hingga moderat mulai Mei hingga Juli mendatang.
Kondisi ini diprediksi membuat musim kemarau 2026 lebih kering, panjang, dan datang lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada triwulan III.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Makassar, Muh Fadli Thahar bilang, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kekeringan tersebut.
“Tahap pra siaga sudah telah kita lakukan sejak Maret hingga April sesuai dengan perintah wali kota. Mulai dari pelaksanaan rapat koordinasi bersama lintas OPD, pemetaan risiko, dan penyusunan SOP. Juga dilakukan penguatan SDM di internal BPBD Makassar,” kata Fadli, Senin 20 April 2026.
Memasuki tahap kesiapsiagaan hingga Juni mendatang, BPBD Makassar akan mendirikan posko siaga. Juga melakukan simulasi krisis hingga edukasi ke masyarakat.
“Tahap siaga darurat itu di bulan Juli sampai Oktober. Saat ini kita tengah menyiapkan ribuan tandon air untuk membantu kebutuhan air masyarakat di masa-masa krisis nantinya,” tutur Fadli.
Dari hasil pemetaan risiko BPBD Makassar, Fadli menyebut, ada enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Masing-masing Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala.
“Pada intinya, El Nino Gozilla ini juga berdampak yang perlu kita siapkan antisipasinya. Pertama krisis air, kebakaran yang rentan, gangguan kesehatan dan berdampak kepada suplai cadangan listrik,” papar Fadli.
“Kami juga mengingatkan semua personil tetap menggunakan alat keselamatan saat bertugas, seperti Masker. Untuk pemasangan tandon, kami sementara siapkan untuk membantu kebutuhan air masyarakat di masa kemarau,” tutup Fadli menambahkan. (***)













