NEWS  

Terminal Tak Lagi Kumuh, Direktur Elber Terus Berbenah Ubah Wajah Tiga Terminal Lebih Modern

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus bergerak membenahi wajah transportasi publik demi menghadirkan terminal yang tidak lagi identik dengan kesan kumuh, semrawut, dan kurang nyaman.

Melalui Perumda Terminal Makassar Metro, pembenahan dilakukan secara bertahap dan terukur di tiga terminal utama, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, hingga penguatan fungsi pelayanan.

Tiga terminal utama yang kini menjadi prioritas penataan adalah Terminal Regional Daya (TRD) di Kecamatan Kibiringamnaya, Terminal Mallengkeri di Kecamatan Tamalate, dan Terminal Toddopuli di Kecamatan Panakkukang.

Kini pihak PD Terminal Makassar Metro, terus mendorong optimalisasi fungsi Terminal Regional Daya sebagai simpul transportasi utama sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Khusus terminal Daya, kami lakukan pembenahan kawasan secara menyeluruh, mencakup peningkatan infrastruktur, penataan operasional, hingga penguatan regulasi,” kata Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, Selasa (21/4/2026).

Dia menyampaikan bahwa hingga saat ini tantangan utama masih terletak pada aktivitas naik dan turun penumpang. Ia mengungkapkan, praktik pengambilan penumpang di luar area terminal.

Seperti di pinggir jalan maupun di pool perusahaan otobus (PO), masih kerap terjadi. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya fungsi terminal sebagai pusat layanan transportasi dan penggerak ekonomi kawasan.

“Terminal Regional Daya ini memiliki peran strategis, namun belum berfungsi maksimal karena masih banyak kendaraan yang mengambil penumpang di luar terminal,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Perumda Terminal Makassar Metro telah menyiapkan fasilitas dan lahan di dalam kawasan terminal untuk mengakomodasi kendaraan kecil maupun PO yang ingin beroperasi secara resmi di dalam terminal.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong seluruh aktivitas transportasi terpusat di dalam terminal.

“Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Selanjutnya, kami menunggu langkah dari Dishub untuk penegakan regulasi, karena kewenangan tersebut berada pada mereka,” jelas Elber.

Saat ini, Terminal Regional Daya melayani angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

Berdasarkan data operasional, setiap malam tercatat sekitar 200 kendaraan masuk ke terminal dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Meski demikian, tingginya volume kendaraan tersebut belum berbanding lurus dengan aktivitas di dalam terminal.

Hal ini disebabkan sebagian besar penumpang masih memilih naik dari luar terminal, sehingga kawasan terminal terlihat relatif sepi, terutama pada siang hari.

Lebih lanjut, Elber menilai bahwa penegakan aturan secara konsisten akan memberikan dampak signifikan terhadap kebangkitan aktivitas di dalam terminal.

Dia menyebut, keberadaan penumpang yang terpusat di dalam terminal akan turut menghidupkan kembali kios-kios serta usaha mikro yang ada di kawasan tersebut.

“Jika regulasi berjalan dengan baik, maka terminal akan kembali ramai. Penumpang yang datang langsung ke terminal akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam kawasan, seperti halnya suasana di bandara,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penataan dan penguatan fungsi terminal.

Sinergi lintas sektor, khususnya dalam penegakan regulasi, menjadi kunci dalam mewujudkan terminal yang tertib, nyaman, dan produktif sebagai wajah transportasi darat Kota Makassar.

Langkah pembenahan itu tidak hanya menyentuh aspek fisik seperti perbaikan dan pengaspalan jalan dalam kawasan terminal, tetapi juga penertiban terminal bayangan yang selama ini mengganggu ketertiban lalu lintas dan mengurangi potensi pendapatan daerah.

Pemerintah juga mengaktifkan kembali sejumlah titik strategis agar terminal tidak sekadar menjadi tempat naik-turun penumpang, melainkan ruang publik yang tertata, aman, dan memiliki nilai estetika.

Sebut saja, terminal Regional Daya sebagai terminal tipe A memiliki peran vital karena melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Pembenahan di kawasan ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, memperlancar arus kendaraan, serta menata ulang area tunggu dan jalur keberangkatan agar lebih tertib dan representatif sebagai gerbang transportasi darat Kota Makassar.

Sementara itu, Terminal Malengkeri yang melayani rute wilayah selatan Sulawesi Selatan kini turut dipercantik. Penertiban kendaraan dan lapak liar dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

Area terminal juga mulai ditata ulang agar lebih fungsional, sehingga mampu menjadi simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan aspek kenyamanan.

Adapun Terminal Toddopuli difokuskan pada penguatan fungsi kawasan melalui pengalihan dan penataan ulang peruntukan lahan, termasuk rencana pengembangan sebagai Rumah Potong Hewan (RPH) guna mendukung kebutuhan warga Kota Makassar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Secara keseluruhan, pembenahan tiga terminal ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan sistem transportasi yang tertib, modern,” ungkapnya.

“Terminal bukan lagi sekadar titik transit, melainkan wajah kota yang mencerminkan kualitas pelayanan publik,” sambung Dirut PD Terminal itu.

Tak hanya itu, pihak Direksi terminal juga mempercepat penataan kawasan Terminal Mallengkeri, di kesebagai bagian dari upaya optimalisasi fungsi terminal sekaligus menghadirkan ruang pelayanan publik yang lebih tertata dan produktif.

Sebagai pimpinan Perumda, Elber Maqbul Amin, menyampaikan bahwa program penataan Terminal Mallengkeri saat ini tengah berlangsung, dimulai dari pembenahan infrastruktur dasar.

Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada pengaspalan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kerap menimbulkan genangan air saat hujan.

“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya berlubang kini sudah diperbaiki. Mudah-mudahan setelah hujan tidak ada lagi genangan, dan akses di dalam terminal menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Makassar juga mendorong kolaborasi lintas instansi dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan terminal.

Salah satunya melalui sinergi dengan Perumda Pasar Makassar terkait rencana relokasi aktivitas pasar bongkar muat dari kawasan Pasar Kalimbu di Jalan Veteran Utara.

Menurut Elber, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar untuk menertibkan aktivitas pedagang yang selama ini menempati badan jalan.

Terminal Mallengkeri dinilai memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk menjadi lokasi alternatif.

“Terminal tetap berfungsi sebagaimana mestinya, namun di saat yang sama kita juga menghadirkan solusi bagi pedagang,” katanya.

“Kita berkolaborasi, di mana aktivitas pasar tetap berjalan dan retribusi tetap dikelola oleh Perumda Pasar. Kami di terminal hanya menyiapkan lahan,” lanjutnaya.

Dia menambahkan, konsep yang diterapkan adalah pasar bongkar muat dengan sistem partai, di mana pedagang berjualan langsung dari kendaraan.

Aktivitas ini direncanakan berlangsung pada malam hari, sehingga tidak mengganggu operasional terminal yang lebih aktif pada pagi hingga siang hari.

Berdasarkan data sementara, jumlah pedagang yang berpotensi direlokasi mencapai sekitar 100 unit kendaraan.

Para pedagang pun disebut telah menyatakan kesiapan untuk menempati lokasi baru, terutama setelah infrastruktur terminal diperbaiki.

“Sekarang sudah tidak ada lagi alasan soal kondisi jalan, infrastruktur sudah kita benahi. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Tripika, serta instansi terkait untuk penertiban dan pengaturan,” ungkapnya.

Dalam mendukung pengembangan kawasan, Perumda Terminal Makassar Metro juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta di sektor transportasi.

“Termasuk rencana penyediaan pool layanan angkutan berbasis aplikasi di dalam terminal guna meningkatkan aktivitas dan daya tarik kawasan,” terangnya.

Selanjutnya, salah satu fokus utama diarahkan pada pengembangan Terminal Toddopuli menjadi ruang publik yang lebih fungsional dan bernilai bagi masyarakat.

Elber Maqbul, mengungkapkan bahwa penataan Terminal Toddopuli akan disesuaikan dengan rencana tata ruang serta arahan Wali Kota Makassar.

Konsep yang disiapkan yakni pengembangan kawasan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jogging track, area parkir, hingga zona usaha berbasis tenan yang tertata rapi.

“Rencana, terminal Toddopuli ini rencananya akan kita arahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau,” bebernya.

“Fungsinya tidak hanya untuk estetika, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai area olahraga, jogging track, parkir, dan ruang usaha yang tertata,” sambung Elber.

Dia menambahkan, konsep penataan yang diusung akan mengedepankan kenyamanan dan keteraturan, dengan menghadirkan kawasan yang representatif dan terintegrasi.

Desain awal pengembangan kawasan pun telah disiapkan dan saat ini tinggal menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Makassar untuk tahap implementasi.

“Gambar dan konsep sudah ada, kami tinggal menunggu instruksi lebih lanjut untuk pelaksanaan. Ini bagian dari program besar pembenahan terminal,” jelasnya.

Dari sisi luasan, kawasan Terminal Toddopuli memiliki area sekitar 9.600 meter persegi atau hampir satu hektare.

Namun demikian, terdapat potensi pengembangan hingga mencapai kurang lebih 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas yang memiliki lahan tambahan di sekitar lokasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan Ruang Terbuka Hijau sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik yang tersedia bagi masyarakat.

“Kalau lahan dari Perumnas bisa kita kolaborasikan, maka kawasan ini akan semakin luas dan optimal untuk pelayanan masyarakat, khususnya untuk aktivitas olahraga dan ruang terbuka,” tegansya.

Penataan Terminal Toddopuli sendiri telah mulai diancang sejak Oktober 2025, seiring dengan instruksi Wali Kota Makassar untuk melakukan revitalisasi kawasan.

Sebagai bagian dari persiapan, pengelolaan kios yang sebelumnya kurang tertata juga telah disesuaikan guna mendukung proses penataan ke depan.

Lebih lanjut, Elber menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum pembenahan menyeluruh untuk seluruh terminal yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro.

“Tahun 2026 ini kita fokus pembenahan infrastruktur di tiga terminal. Harapannya, di 2027 nanti tingkat pembenahan sudah tidak sebesar tahun ini,” katanya.

Terkait skema pembiayaan, Pemkot Makassar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak ketiga, dalam mendukung realisasi program penataan.

“Opsi pendanaan juga dapat dilakukan melalui dukungan pemerintah yang kemudian dioptimalkan kembali oleh pengelola terminal,” tukasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam