Kapal Pinisi dan Rumah Tongkonan Toraja Jadi Latar Belakang Peringatan HUT Kota Makassar ke 416 Tahun

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal memperingati HUT Kota Makassar yang ke 416 tahun, pada Kamis 02 November 2023.

Perayaan hari jadi kota Makassar kali ini, dikemas dengan konsep berbeda. Lokasinya juga tidak lagi menggunakan Anjungan Pantai Losari mau pun Tribun Lapangan Karebosi.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memilih kawasan Tugu MNEK di area Center Poin of Indonesia (CPI) sebagai lokasi acara.

Kapal Pinisi dan Rumah Tongkonan Toraja bahkan menjadi latar belakang peringatan HUT Kota Makassar kali ini.

“Kita ingin menegakkan dan juga mempopulerkan budaya kita menjadi unggul kelas dunia,” kata Danny Pomanto-sapaan wali kota usai rapat pemantapan persiapan HUT Kota Makassar, di Balai Kota, Senin 30 Oktober 2023.

Peringatan HUT Kota Makassar ini juga bakal melibatkan 7 ribu lebih orang pada pagelaran karnaval budaya. Baik itu siswa, masyarakat hingga laskar pelangi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pagelaran karnaval Budaya itu, dikemas mirip dengan Festival Awa Odori di Jepang. Diiringi dengan lagu Makassar Kota Dunia, ditambah dengan ornamen perkusi.

“Ini festival Awa Odori adalah festival terbaik di Jepang, padahal cuma satu gerakan. Khusus untuk kita, gerakan kita ambil dari budaya kita,” sebut Danny Pomanto.

“Sebentar lagi kita punya balai kota yang bagus, kita punya MGC, saya mau memperlihatkan apa yang menjadi perwajahan kita sekarang (pada HUT Kota Makassar,” tambahnya

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana HUT Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra menyampaikan, ada banyak hal spesial yang dipersembahkan nantinya. Salah satunya karnaval budaya.

Menurut Firman, karnaval ini menunjang Makassar sebagai kota kreatif yang baru-baru ini ditetapkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kuliner dan festival itu satu paket. Makanya untuk mewujudkan sepadannya ini kuliner dan festival kita membuat Makassar sebagai kota festival,” tuturnya.

Caranya, lanjut Firman, seluruh masyarakat kompak bersama dengan perangkat pemerintah daerah untuk membuat 51 grup pada karnaval yang akan diselenggarakan di sepanjang Kawasan Jembatan CPI.

“Kostumnya bergantung tema saja, tidak mesti menggunakan pakai pakaian tradisional,” kuncinya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here