MAKASSAR — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir menyampaikan keprihatinan atas kelangkaan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat di Kota Makassar, mulai dari BBM yang memicu antrean panjang, elpiji 3 kilogram yang sulit ditemukan, hingga persoalan ketersediaan energi dan air bersih.
Menurut Zulkifli, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha kecil, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga.
“Masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban dari persoalan distribusi dan tata kelola energi. Antrean BBM yang panjang, LPG 3 Kg yang sulit diperoleh, ditambah persoalan air bersih, menunjukkan ada masalah serius yang harus segera dicarikan solusi,” tegas Zulkifli.
Ia meminta pemerintah bersama Pertamina dan pihak terkait segera memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG 3 Kg, terutama di wilayah yang mengalami kelangkaan.
Zulkifli juga menyoroti persoalan air bersih yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Menurutnya, krisis energi dan air bersih tidak boleh berjalan beriringan tanpa langkah penanganan yang konkret.
“Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Pemerintah harus hadir, bukan hanya memberikan penjelasan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan BBM, LPG dan air bersih secara mudah, cukup, dan dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Sebagai organisasi profesi wartawan, lanjut Zulkifli, IWO Sulsel akan terus menyuarakan kepentingan publik dan mengawal persoalan pelayanan dasar masyarakat.
Pers, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan fakta di lapangan sekaligus mendorong pihak berwenang mengambil langkah penyelesaian.
“Jangan sampai masyarakat terus dipaksa antre untuk mendapatkan kebutuhan yang seharusnya menjadi hak dasar. Krisis ini harus segera diakhiri dengan solusi nyata dan koordinasi lintas sektor,” pungkasnya. (***)














