Diduga Bertemu Caleg, Sembilan Penyelenggara Pemilu di Makassar Diberhentikan Sementara

MAKASSAR – Penyelenggara pemilu di Makassar diduga tak netral. Mereka pun diberhentikan sementara.

Penyelenggara ini terdiri atas, satu orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan delapan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Ujung Pandang. Mereka diduga melanggar kode etik karena bertemu dengan salah satu calon legislatif (caleg).

Ketua Bawaslu Makassar, Dede Arwinsyah mengatakan, sembilan orang yang terdiri dari 1 PPK dan 8 PPS ini dinilai melanggar kode etik karena bertemu dengan salah satu caleg.

“Itu hasil penelusuran kami setelah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran itu. Kemudian kami mengomunikasikan ke teman-teman KPU untuk memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar pun mengakui, telah melakukan proses sidang. Saat ini, KPU telah melakukan pemberhentian sementara kepada sembilan penyelenggara tersebut hingga keluar putusan sidang pleno.

“Sudah pemeriksaan sidang terakhir. Dalam waktu dekat kita akan pleno untuk mengambil keputusan. Mungkin besok (hari ini, red) atau lusa,” kata Komisioner KPU Makassar, Endang Sari kepada FAJAR, Kamis, 7 Desember.

Terkait kode etik yang dilanggar, Endang mengaku baru akan menjelaskan setelah diputuskan. Dia hanya menekankan, adanya kasus ini ia pastikan tak akan mengganggu tahapan pemilu di Makassar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data