MAKASSAR – Pemberian tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari akademisi dan tokoh nasional, Prof Jamaluddin Jompa, yang menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan negara atas kerja nyata dan kepemimpinan strategis di sektor pertanian nasional.
Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan ucapan selamat secara terbuka atas anugerah yang diterima Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, penghargaan ini tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi mencerminkan capaian konkret dalam menjawab salah satu tantangan paling mendasar bangsa Indonesia, yakni ketahanan dan kedaulatan pangan.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Andi Amran Sulaiman atas penganugerahan Bintang Jasa Pratama dari Presiden RI. Ini adalah bentuk penghargaan negara yang sangat layak atas dedikasi, kerja keras, dan keberpihakan beliau terhadap sektor pertanian dan petani Indonesia,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan merupakan tonggak historis penting, mengingat capaian serupa terakhir kali diraih secara penuh beberapa dekade silam. Dalam pandangan Prof. Jamaluddin, swasembada pangan bukan sekadar isu teknis produksi, melainkan menyangkut martabat bangsa, stabilitas sosial, dan daya tahan negara di tengah ketidakpastian global.
“Keberhasilan mengantar Indonesia menuju swasembada pangan adalah prestasi strategis. Ini bukan pekerjaan singkat, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan mengorkestrasi kerja lintas sektor. Di titik ini, kepemimpinan Menteri Pertanian menjadi faktor kunci,” lanjutnya.
Prof. Jamaluddin juga menilai bahwa pendekatan yang ditempuh Andi Amran Sulaiman selama memimpin Kementerian Pertanian menunjukkan kombinasi antara visi jangka panjang dan keberanian operasional di lapangan. Kebijakan yang menitikberatkan pada peningkatan produksi dalam negeri, perlindungan petani, serta penguatan sistem pangan nasional dinilai berhasil menjawab tantangan krisis pangan global.
Lebih jauh, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan harapan besar agar capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi sesaat. Ia berharap Andi Amran Sulaiman dapat terus mengukuhkan fondasi ketahanan pangan nasional agar semakin kokoh dan berkelanjutan.
“Ke depan, tantangannya justru semakin kompleks, kita akan menghadapi perubahan iklim, degradasi lingkungan, hingga dinamika geopolitik global. Karena itu, saya berharap Pak Andi Amran Sulaiman terus memimpin upaya penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan, berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberpihakan pada petani,” tegasnya.
Menurut Prof. Jamaluddin, penghargaan Bintang Jasa Pratama ini seharusnya menjadi energi moral, tidak hanya bagi Menteri Pertanian, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan, untuk menjaga dan memperkuat kedaulatan pangan Indonesia sebagai pilar utama pembangunan. (***)













