MAKASSAR – Wali Kota Makasaar Munafri Arifuddin mengharapkan Federasi Olahraga Domimo Indonesia (Orado) melahirkan atlit profesional berprestasi dari Makassar, bahkan Sulawesi Selatan agar dapat mengharumkan mama daerah.
Harapan itu diungkap Munafri saat didaulat membawakan sambutan pada acara pelantikan pengurus Orado Sulsel periode 2026-2030 di Balai Manunggal Keprajuritan Jenderal M Jusuf, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (16/4).
Appi sapaan akrab Munafri juga menambahkan, sejatinya Orado dapat menjadi olahraga yang berdampak positif bagi masyarakat.
Ia mengaku, dirinya hadir hanya kapasitas sebagai tuan rumah karena event ini level provinsi.
“Ke depan, nanti saya urus Orado Makassar dan saya mengajak pengurus Orado Makassar menggelar event besar. Kalau tidak besar, tidak usah dihelat,” katanya disambut tepuk riuh hadirin.
Hadir Ketua Bidang Teknik dan Wasit PB Orado Irsa Prasetya Idris, Ketua OKK PB Orado Imam Taufiq, Wakil ketua Umum Koni Sulsel Herman Hading, Kabag SDM Kompol Arsyad mewakili Kapolrestabes.
Adapun pengurus provinsi Orado Sulsel yang dilantik dinahkodai Firman Zulkadri sebagai ketua dan Munandar Batara selaku sekretaris. Sementara Kasman yang didapuk sebagai ketua panitia pelantikan sekaligus Kejurcab Orado menduduki jabatan ketua OKK.
Pada acara seremonial yamg khidmat, Firman menerima Panji Orado dari PB Orado untuk dikibarkan ke seluruh pelosok kabupaten/kota di jazirah Sulsel dilanjutkan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama.
Setelah menerima Panji Orado, giliran Firman mengukuhkan pengurus Orado 24 kabupaten/kota secara serentak yang dilanjutkan dengan Kejurcab untuk menemukan atlit juara selanjutnya bakal diutus mengikuti event Kejurnas Orado tanggal 24-26 April di Bogor, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Firman merespon ajakan Wali Kota Appi menghelat even besar di Makassar. “Kalau perlu kita buat event dengan peserta terbanyak memecahkan rekor MURI,” kata mantan Ketua KNPI Makassar ini.
Hingga berita ini tayang, Kejurcab Orado Sulsel yang dihadiri peserta dari 24 kabupaten/kota masih berlangsung. (***)













