NEWS  

Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan, Armada Laut Segera Terwujud 

MAKASSAR – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata.

Tak hanya menyasar, di wilayah daratan, tetapi juga hingga ke kawasan pemukiman di kepulauan yang selama ini kerap luput dari sentuhan infrastruktur dasar.

Komitmen itu bukan sekadar jargon, di wilayah Kecamatan Kepulauan, Wali Kota Munafri membuktikan bahwa suara warga benar-benar didengar dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Salah satu kebutuhan mendasar yang selama ini dirasakan masyarakat, penerangan jalan, kini mulai terjawab.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.

Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat, tanpa terkecuali di kawasan pesisir dan pulau.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Bapak Wali Kota dalam memastikan pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Rheza, Minggu (19/4/2026).

Aksi nyata tersebut, bagian dari Janji Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjemput aspirasi warga Kepulauan yang disampaikan langsung saat agenda Safari Ramadan pada akhir Maret lalu, permintaan penerangan jalan.

Kurang dari satu bulan sejak disuarakan, Munafri menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Makassar, bidang Unit Pelaksana Teknis Penerangan Jalan Umum (UPT-PJU), langsung bergerak melakukan pemasangan lampu jalan di sejumlah titik strategis di Kepulauan.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan, Dinas Perhubungan Kota Makassar melalui UPT-PJU telah merealisasikan pemasangan sebanyak 40 unit lampu jalan tenaga surya (solar cell) di wilayah kepulauan.

“Adapun rinciannya, sebanyak 25 unit terpasang di Pulau Barrang Lompo dan 15 unit lainnya di Pulau Lanjukang,” katanya.

Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan kepemimpinan yang dibangun bukan hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan.

Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian penting dari upaya meningkatkan keamanan, aktivitas ekonomi warga, hingga kualitas hidup masyarakat pesisir.

Dengan realisasi yang terukur dan waktu respons yang singkat, Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan, tidak ada lagi wilayah yang merasa jauh dari perhatian pembangunan.

Menurutnya, penggunaan lampu berbasis tenaga surya ini menjadi solusi yang tepat bagi wilayah kepulauan, mengingat keterbatasan akses jaringan listrik konvensional di sejumlah titik.

“Selain ramah lingkungan, lampu solar cell ini juga efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan penerangan jalan yang memadai, khususnya pada malam hari,” jelasnya.

Di bawah kepemimpinan Munafri pemerataan pembangunan di Kota Makassar, bukan lagi janji, melainkan kerja nyata yang mulai dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar.

Ditambahkan, pemasangan lampu tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Lebih jauh, Rheza menekankan bahwa program ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan.

“Kami ingin memastikan masyarakat di pulau juga mendapatkan fasilitas penerangan yang layak,” tuturnya.

“Ini bukan hanya soal lampu, tetapi bagaimana menghadirkan rasa aman dan mendorong peningkatan kualitas hidup warga,” lanjutnya.

Dia melanjutkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan terus memperluas jangkauan program penerangan berbasis energi terbarukan ini ke wilayah lain yang masih membutuhkan.

“Sesuai visi pak Wali Kota, Pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan, termasuk memperluas pemasangan lampu tenaga surya di titik-titik strategis lainnya,” tutupnya.

Selain lampu jalan di pulau, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dalam waktu dekat akan mengoperasikan Pete-pete Laut pada Mei atau Juni 2026 mendatang.

Gagasan tersebut disampaikan Munafri saat menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan RI, Suharto, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat malam, lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan pentingnya menghadirkan sistem transportasi laut yang terintegrasi guna mendukung mobilitas warga kepulauan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah pulau.

“Rencana pembukaan rute kapal antar pulau ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antara daratan Kota Makassar dan wilayah kepulauan di sekitarnya,” tutur Munafri, waktu Jumat (17/4) malam.

Layanan transportasi antarpulau ini akan beroperasi dari rute beberapa pulau, termasuk pulau Barrang Lompo hingga ke Lanjukang.

Hadirnya transportasi laut ini bagian dari program VISI-misi Pemerintahan MULIA untuk warga Pulau.

Ke depan akan ada lagi pembangunan dermaga untuk warga pulau, serta pembangunan rumah singgah bagi warga pulau di daratan Kota Makassar.

Sebelumnya Pemerintha kota telah merealisasikan program tambahan insentif bagi tenaga kesehatan dan guru bertugas di Kepulauan. Ini lebih tinggi dari, pegawai yang bertugas di daratan.

Sedangkan, Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, mewakili warga kepulauan menyampaikan ucapan terima atas perhatian Pemerintah Kota Makassar, khususnya kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Ia menilai, kehadiran program penerangan jalan di wilayah kepulauan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pulau-pulau.

“Yang pasti, ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah kota terhadap masyarakat di wilayah kepulauan. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami,” ujar Andi Asdhar.

Pemasangan lampu jalan tersebut tersebar di sejumlah titik, di antaranya di Pulau Barrang Lompo, serta kawasan Barrang Caddi dan Pulau Lanjukang.

Menurutnya, kehadiran lampu penerangan jalan tidak hanya meningkatkan visibilitas di malam hari, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas, khususnya di kawasan pesisir.

“Bukan hanya program ini, masih banyak program lain yang juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kepulauan,” tambahnya.

Salah satu yang diungkapkan adalah kemudahan layanan administrasi kependudukan. Kini, warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kantor kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengurus dokumen penting.

“Kalau dulu masyarakat harus ke kantor camat atau ke Dukcapil untuk mengurus KTP, KK, atau akta kelahiran, sekarang sudah bisa dilakukan langsung di masing-masing kelurahan. Ini tentu sangat memudahkan,” jelasnya.

Atas berbagai program yang telah dirasakan tersebut, Andi Asdhar kembali menyampaikan rasa terima kasih masyarakat kepulauan kepada Pemerintah Kota Makassar.

“Sekali lagi, atas nama masyarakat kepulauan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas perhatian dan segala bentuk bantuan yang diberikan kepada kami,” tukasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam