SULBAR – Kedai sederhana jualan minuman tradisional Sarabba dan aneka gorengan milik Irfan alias Om Kumis, kini ramai pengunjung.
Omsetnya bahkan mencapai Rp900 ribu per hari. Kedai itu beroperasi tiap malam, di depan Cafe Kilo Satu (KMS), Topoyo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar).
Harga Sarabba yang dijajakan beragam. Dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Semakin tinggi harganya, sajiannya juga menjanjikan dengan tambahan telur ayam kampung.
“Alhamdulillah, ramai terus. Kalau malam-malam begini, orang-orang suka minuman hangat. Apalagi kalau musim hujan,” kata Irfan bersyukur kepada awak media di kedainya, Kamis malam, 29 Mei 2025.
Tidak hanya Sarabba, Irfan juga menjajakan aneka gorengan. Mulai dari pisang goreng, ubi goreng hingga pisang epe’. Menu itu ramai peminat.
Usaha kecil menengah itu dirintis sejak 2020 lalu. Irfan hanya mengeluarkan modal awal sekira Rp1 juta. Usahanya kian mantap, berkat bantuan sang istrinya yang pandai membuat Sarabba.
Awalnya, Sarabbanya hanya terjual 30 sampai 40 gelas semalam. Berkat konsistensi cita rasa khas buatannya, kini Sarabbanya bisa terjual hingga 80 gelas per malam.
Pembelinya juga dari berbagai kalangan. Tidak mengenal usia dan latarbelakang. Ada pekerja kantoran, mahasiswa sampai aparat kepolisian.
Irfan pun bertekad akan mengembangkan usahanya itu. Dia mulai memikirkan untuk membuka cabang di sejumlah wilayah di Mateng.
“Insya Allah, kalau rezeki lancar, saya mau coba buka cabang di tempat lain juga. Sarabba-nya juga, rencananya akan saya kemas dalam bentuk botol, jadi orang bisa tinggal seduh di rumah. Sekarang, kalau ada pembeli yang tidak minum di tempat, saya biasa bungkus pakai gelas cap,” pungkasnya. (***)













