MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi antardaerah sekaligus menjunjung tinggi nilai solidaritas dan kemanusiaan melalui kunjungan kerja langsung Wali Kota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin, ke Provinsi Aceh, Sumatera.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas referensi pembangunan berkelanjutan yang adaptif terhadap tantangan kebencanaan dan tata kelola wilayah. Wali Kota Makassar didampingi langsung oleh Kepala BPBD Kota Makassar sebagai pendamping utama, bersama Kepala Dinas Tata Ruang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Perumahan, serta Kepala Bagian Protokol Kota Makassar.
Selain agenda penguatan kerja sama dan pembelajaran kebijakan, kunjungan ini juga menjadi wujud nyata kepemimpinan yang responsif terhadap isu kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar menyalurkan bantuan langsung senilai Rp1,5 miliar untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah.
Wali Kota Makassar menegaskan bahwa pengalaman Aceh dalam membangun kembali wilayahnya pascabencana merupakan referensi penting bagi Kota Makassar.
“Makassar terus bergerak maju, namun kemajuan itu harus dibangun di atas fondasi keselamatan, perencanaan yang matang, dan kolaborasi lintas sektor. Apa yang kami pelajari di Aceh akan menjadi bahan penting dalam memperkuat kebijakan pembangunan Kota Makassar ke depan,” ujar Munafri Arifuddin.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar menyampaikan bahwa kehadiran langsung Wali Kota bersama jajaran lintas perangkat daerah menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota yang tangguh bencana sekaligus berempati terhadap daerah terdampak.
“Kunjungan ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana. Aceh memiliki pengalaman panjang dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, dan itu menjadi pembelajaran penting bagi Makassar,” ujar Kepala BPBD Kota Makassar.
Ia menambahkan bahwa BPBD Kota Makassar memastikan seluruh bantuan yang disalurkan tepat sasaran, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak di masing-masing wilayah.
“Kami memastikan bantuan kemanusiaan ini dikelola secara akuntabel dan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antardaerah seperti ini sangat penting karena risiko bencana tidak mengenal batas wilayah,” tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Pemerintah Kota Makassar juga mempelajari berbagai praktik baik (best practices) di Aceh, khususnya dalam penataan ruang berbasis mitigasi bencana, penguatan ketahanan wilayah, serta integrasi perencanaan pembangunan yang mengedepankan aspek keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar berharap, melalui kunjungan ini, nilai-nilai ketangguhan, kesiapsiagaan, dan solidaritas kemanusiaan dapat terus diperkuat, sekaligus mempererat jejaring kerja sama antardaerah demi mewujudkan Makassar sebagai kota yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing. (***)













