MAKASSAR – Ada pemandangan yang tidak lazim terlihat di area Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman. Tampak sejumlah penari. Ada pemain musik tradisional yang berbaur di tengah-tengah keramaian. Juga ada panggung sebagai space penampilan para pelaku seni dan budaya.
Mereka hadir ingin memperkenalkan dan melestarikan budaya milik Sulsel. Yang dikemas dalam program Labbiri Madendang. Program ini diinisiasi Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar.
Menurut Kepala Disbud Kota Makassar, Andi Pattiware, kegiatan ini diselenggarakan dua kali dalam sebulan.
“Ini salah satu program yang baru dibuat oleh Disbud Makassar di tahun 2026. Kemarin (Hari Minggu) ini baru dimulai, di depan Gedung Immim, Jalan Jenderal Sudirman,” kata Opu-sapaannya, Senin 17 Februari 2026.
Opu menjelaskan, program tersebut dilaksanakan sebagai sarana atau ruang edukasi bagi masyarakat. Yang menyasar para pengunjung CFD.
Disbud Makassar ingin budaya tumbuh kembang sebagai warisan bagi generasi saat ini dan ke depannya.
“Melaui Labbiri Madendang (Penari yang Mulia), seni budaya diperkenalkan dengan cara yang ramah, menarik, menyenangkan bagi pengunjung car free day, terutama bagi anak-anak dan generasi muda,” ucap Pattiware.
“Dari Car Free Day, budaya tumbuh, dikenang, terlestarikan dan diwariskan bersama. Kegiatan ini juga bertujuan bagaimana ruang publik menjadi sarana untuk belajar, mengetahui budaya lewat musik, gerak dan permainan tradisional,” sambungnya.
Di awal program, Disbud Makassar pun menyelenggarakan lomba mewarnai. Yang diikuti sekira sekira 50 orang anak-anak sebagai peserta.
“Kegiatan ini dimeriahkan kurang lebih 100 talent. Ada sanggar tari (10 penari dengan konsep flashmob) dan bang langgam 6 orang,” kunci Andi Ware-yang juga sapaan Kepala Disbud Makassar.
Program ini akan kembali dilanjutkan usai bulan Ramadan. Selama bulan puasa, program ini disetop untuk sementara waktu. (*/bs)













