NEWS  

Peresmian Kantor Sun Squad Institute Dihadiri Tokoh Sulsel, Buka Ruang bagi Relawan Kembangkan Daerah

MAKASSAR – Lembaga riset, kajian dan relawan publik, Sun Squad Institute (SSI) kini hadir di Sulsel. Kantornya terletak di Jalan Singa, Kota Makassar. Diresmikan pada Selasa tadi, 13 Januari 2026.

Peresmian kantor SSI itu disertai dengan dialog publik awal tahun yang dikemas dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi). Turut jadi pembicara Bupati Gowa, Husniah Talenrang dan Bupati Maros, Chaidir Syam sebagai role model pemimpin yang dianggap membawa perubahan bagi daerahnya.

Diskusi tersebut mengangkat tema “Peran Pemerintah dalam Pelayanan Publik yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat. Yang menghadirkan panelis, Prof Zakir Sabara dan Ketua Karang Taruna Sulsel, Harmansyah. Serta perwakilan dari Polrestabes Makassar.

Menurut Panitia Pelaksana, Muhammad Ahlus, SSI berdiri juga ditandai dengan peresmian Sekber.

“Lembaga ini hadir sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial anak muda Sulsel untuk turut serta berpartisipasi Aktif mengambil bagian dalam mendorong perubahan – perubahan sosial khususnya Sulawesi Selatan dan Indonesia,” kata Ahlus dalam keterangannya

Dengan begitu, dia berharap, agar pemuda di Sulsel juga turut andil mendorong daerahnya agar lebih produktif. Baik sebagai mitra kritis mau pun sebagai pihak pemberi solusi nyata bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Direktur Strategis SSI, Hendra Ningrat pun bilang. Jika lembaganya lahir mengingat kebutuhan partisipatif. Negara dan daerah-daerah di Sulsel dianggap membutuhkan gerak bersama yang bisa memberikan dampak terhadap masyarakat.

“Kebutuhan ini juga ingin mengembalikan tradisi gotong-royong. Kenapa ibu Husniah Talenrang menjadi Role Model dari diskusi ini, karena kita melihat program pengentasan kemiskinan ekstrem di kabupaten Gowa sebagai wujud gotong royong terhadap keluarga, tetangga untuk sama-sama saling memperhatikan,” pungkasnya.

“Langkah kongrit telah ditunjukkan (Pemkab Gowa) dengan membentuk semacam orang tua asuh (OTA) dan melibatkan semua unsur untuk saling menjaga dengan membentuk Satuan LACAK sebagai Garda,” sambung Hendra.

Oleh karna itu, SSI melihat hal itu sebagai bentuk nyata yang harus mendapat dorongan untuk bisa dikembangkan. Tidak hanya di Gowa semata, tetapi lebih meluas ke daerah-daerah lainnya di Sulsel.

“Lembaga ini hadir atas kebutuhan riset independen dan mudah diakses oleh masyarakat luas serta gerakan relawan yang terorganisasi dan berkelanjutan. Menjembatani dunia akademik dengan masyarakat yang hasil riset tidak hanya berhenti di laporan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk aksi nyata melalui program salah satunya relawan rakyat,” tegas Hendra.

Hendra menambahkan, jika SSI membuka ruang bagi relawan dari berbagai latarbelakang untuk ikut berpartisipasi. Termasuk mahasiswa hingga profesional,

Apalagi SSI ke depannya berfokus pada sejumlah bidang. Di antaranya, riset kebijakan publik, pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

SSI bahkan menargetkan pembentukan relawan di seluruh kota-kabupaten di Sulsel. Yang tentu bisa membangun kerja sama dengan pemerintah, pihak kampus dan aktivis. Itu demi memperluas dampak program.

“Relawan tidak hanya turun ke lapangan, tetapi juga dibekali pemahaman riset agar setiap kegiatan memiliki dasar ilmiah yang kuat,” jelasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *